{"id":375,"date":"2019-12-23T06:52:04","date_gmt":"2019-12-23T06:52:04","guid":{"rendered":"http:\/\/philosopical-falcon.w5.wpsandbox.pro\/2019\/12\/23\/top-10-european-christmas-markets-copy-copy-copy\/"},"modified":"2025-12-27T12:04:46","modified_gmt":"2025-12-27T05:04:46","slug":"dr-munir-al-ghadban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stonebont.com\/news\/2019\/12\/23\/dr-munir-al-ghadban\/","title":{"rendered":"Memahami Sirah Nabawiyah"},"content":{"rendered":"\n\n\n<span>Dengan\nmenyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, segala puji bagi Allah\npemilik alam semesta. shalawat dan salam atas junjungan nabi besar Muhammad,\npembawa hidayah bagi manusia<span>&nbsp; <\/span>dan pembawa\ncahaya, dan juga bagi keluarganya, sahabat-sahabatnya dan orang yang mengikuti\njalannya hingga akhir zaman, amma ba\u2019du:<\/span>\n<p><span>Sirah\nperjalanan Rasulullah yang menjadi pilihan Allah, dan sejarah perjalanan para\nsahabatnya yang telah dibina dan ditarbiah secara langsung oleh rasullulah,\nyang kemudian lewat tangan-tangan mereka terjadilah perubahan besar dalam\nsejarah kehidupan umat manusia, adalah sejarah yang sangat agung. Tidak dapat\ndipungkiri bahwa perubahan itu kemudian menjadi lembaran pencerahan sejarah\nyang terbesar dalam kehidupan umat manusia. Begitu agungnya pelaku sejarah\nreformasi kehidupan ini, hingga para malaikat dan nabi-nabi menanti\nkedatangannya sebelum tiba masa pengutusannya. Kehadirannya merupakan idaman\nmanusia yang mendapat hidayah dari Allah, yang kemudian menjadi kenyataan yang\nhidup dipermukaan bumi ini. Dan setelah beliau meninggal, napak tilas\nkehidupannya senantiasa menjadi lembaran yang paling bernilai yang dibaca dan\ndipelajari oleh umat manusia.<\/span><\/p>\n<p><span>Adapun\nfakta bahwa para malaikat menanti kehadirannya adalah berdasarkan hadits\ntentang al-miraj sebagaimana disebutkan dalam kesaksian nabi sendiri : \u2018\u2019\ntatkala aku telah selesai dari masjidil aqsa ke baitil maqdis kemudian aku\nbermi\u2019raj diaman aku tidak pernah menyaksikan pemandangan yang lebih indah\nsebelumnya. Pemandangan itulah yang diperlihatkan kepada siapa saja yang akan\nmeninggal di antara kalian dan pandangan kedua matanya akan tertuju kepadanya.\nTemanku mengantarkanku ke tempat itu, hingga sampai pada pintu langit yang\ndikenal dengan nama bab al-hafazhah. Pintu itu dijaga oleh malaikat yang\nbernama ismail, dimana bersamanya ada 12000 malaikat. dan masing masing mereka\njuga membawahi 12.000 malaikat lagi. Tatkala rasulullah bercerita mengenai kejadian\nitu beliau membaca ayat: \u2019\u2019tidak ada yang mengetahui jumlah tentara Allah dari\nmalaikat kecuali Allah.\u2019\u2019 (al-mudadattstsir:74:31) begitu aku memasuki pintu\nitu ismail berkata: \u2018\u2019 siapa bersamamu wahai Jibril? \u2019\u2019dia berkata:\u2019\u2019 Muhammad.\u2019\u2019\nDia bertanya lagi:\u2019\u2019apakah dia sudah diutus?\u2019\u2019jibril berkata:\u2019\u2019ya sudah\u2019\u2019, kemudian\nismail berdoa lagi kebaikan diriku.\u2019\u2019<\/span><\/p>\n<p><span>Pemimpin\npenjaga pintu itu yang memiliki anak buah banyak 144.000.000 malaikat (seratus\nempat puluh empat juta), dan tidak ada satupun dari malaikat yang bertanya:\u2019\u2019 apakah\ndia sudah diutus?\u2019\u2019, karena dia telah mengenal Muhammad . dia tahu bahwa Muhammmad\nadalah penghulunya anak cucu adam, dan penghulunya bangsa jin dan manusia.<\/span><\/p>\n<p><span>Dalam\nriwayat bukhari, disebutkan bahwa setiap kali Jibril meminta untuk di bukakan\npintu dari pintu-pintu langit yang tujuh, percakapan seperti ini selalu\nberlangsung, antara malaikat penjaga langit dengan jibril penghulunya para\nmalaikat. Kemudian dia naik bersamaku ke langit . Tatkala pintu langit diminta\nuntuk dibukaka, penjaganya bertanya:\u2019\u2019 siapa anda?\u2019\u2019 jibril menjawab;\u2019\u2019aku\njibril,\u2019\u2019 kemudian penjaga itu kembali bertanya, \u2018\u2019siapa bersamamu?\u2019\u2019 jibril\nmenjawab:\u2019\u2019Muhammad.\u2019\u2019 Lalu dia bertanya lagi;\u2019\u2019 apakah dia sudah diutus kepada\numat manusia?\u2019\u2019jibril menjawab\u2019\u2019 sudah\u2019\u2019. Kemudian dia berkata;\u2019\u2019 selamat\ndatang, tamu yang paling agung telah datang.\u2019\u2019tidak ada satupun yang bertanya\nkepada jibril dengan pertanyaan:\u2019\u2019 siapakah Muhammad itu?\u2019\u2019. Semuanya hanya\nbertanya:\u2019\u2019 apakah dia telah diututs?apakah dia telah diutus kepada umat\nmanusia?\u2019\u2019<\/span><\/p>\n<p><span>Termasuk\nbagaimana jibril memperkenalkan para nabi kepada Muhammad, dengan berkata:\u2019\u2019ini\nadalah Adam, ini adalah Yusuf\u2019\u2019, dan tidak ada seorang pun diantara mereka yang\nbertanya,\u2019\u2019 kamu siapa?\u2019\u2019 yang mereka katakan hanyalah:\u2019\u2019 atau dengan ungkapan\nlainnya;\u2019\u2019 selamat datang saudaraku yang baik dan seorang nabi yang shalih. \u2019\u2019bagaimana\nmungkin mereka tidsak mengenalnya sementara Allah telah mengambil janji dari\npara rasul untuk beriman kepadanya. Dan janji itu tidak hanya terbatas kepada\npara rasul,<span>&nbsp; <\/span>namun termasuk kepada para\nnabi, yang mendapatkan wahyu, yang jumlahnya sangat banyak, puluhan ribu atau ratusan\nribu.<\/span><\/p>\n<p><span>\u2018\u2019\ntatkala Allah mengambil sumpah para nabi sesuai dengan kitab yang diberikan\nkepada mereka masing-masing untuk senantiasa beriman kepada akhir zaman yang\nmembenarkan misi dari dakwah mereka . Allah SWT berfirman ;\u2019\u2019apakah kalian\ntelah mengikrarkannya?\u2019\u2019 mereka berkata;\u2019\u2019 kami telah mengikrarkannya,\u2019\u2019 allah\nberfirman; \u2018\u2019 bersaksilah kalian dan aku akan bersaksi bersama kali,\u2019\u2019[ali\nimran:81]<\/span><\/p>\n<p><span>Dengan\ndemikian Muhammad adalah nabinya para nabi, dan rasulnya para rasul yang tidak\nbisa dibantah. Dan tidak ada seorang nabi pun melainkan telah bercerita kepada\nkaumnya tentang nabi Muhammad. Khususnya para nabi yang tergolong sebagai ulul\nazmi. Adapun para nabi yang telah diturunkan kepada kitab- kitab suci, mereka\ntelah memberikan rincian penjelasan tentang nabi Muhammad kepada para pengikut\nmereka, dan kitab-kitab suci mereka mangabadikan kejadian itu Allah berfirman :\n\u2018\u2019mereka yang kami turunkan kepada kitab suci, pasti mengenal dengan baik\nkriteria nabi Muhammad, sebagaimana mereka mengenal denga baik anak-anak\nmereka.[al-baqarah:146].<\/span><\/p>\n<p><span>Allah\njuga telah mengabadikan dalam kitab suci mereka tentang gambaran umat Muhammad\nyang akan dibina dan akan dibimbing, termasuk ciri-ciri sahabatnya yang tampil\nmembela dakwahnya. Bahkan sebagian diantara mereka telah disebutkan kepribadiannya\nsecara detail seperti; Abu Bakar, Umar, Ustman, dan Ali bin Abi Thalib, diamana\nmerekalah yang dikategorikan dengan khulsfaurrasyidin. Merekalah yang\nmelanjutkan estafet perjuangan nabi ke seluruh penjuru dunia ini. Inilah\nsifat-sifat mereka seperti yang diabadikan oleh al-qur\u2019an, taurat, dan injil<\/span><\/p>\n<p><span>\u2018\u2019dialah\nAllah yang telah mengutus rasulnya dengan hidayah dengan agama yang benar\n,supaya meninggikannya diata agama-agama yang lain, dan cukuplah Allah sebagai\nsanksi atas itu, Muhammad adalah rasulullah dan mereka yang bersama Muhammad\ndari sahabat-sahabatnya, ciri-ciri mereka adalah tegas terhadap orang-orang\nkafir dan bersikap lemah lembut dengan orang-orang yang beriman, <span>&nbsp;<\/span>mereka ruku\u2019 dan bersujud mencari keutamaan\ndan ridha allah, di wajah-wajah mereka telah nampak bekas-bekas sujud.\nBegitulah ciri-ciri mereka yang telah kami jelaskan pada kitab taurat, injil,\ndan al-qur\u2019an. Ibarat sebuah tanaman yang mengeluarkan dahannya yang lebat dan\nrindang, dimana pemiliknya merasa senang melihatnya, dan untuk membuat orang-orang\nkafir marah. Sesungguhnya Allah telah menjanjikan bagi orang-orang yang beriman\ndan beramal shalih diantara mereka ampunan dan pahala yang besar.\n[al-fath:28-29].<\/span><\/p>\n<p><span>Bila\npara malaikat yang berada dilangit, dan para nabi dan rasul yang berada di\nbumi,serta para pengikut rasul-rasul dan para pengikut kitab-kitab yang\nditurunkan kepada rasul-rasul sebelum datangnya nabi Muhammad, mereka semuanya\nmengenal Muhammad shallhu alaihi wasallam, dan mereka mengenal umatnya dan para\nsahabatnya<span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\n<\/span><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/span>,maka\napakah pantas bagi seseorang muslim untuk bersikap masa bodoh dan tidak mempelajari\nsejarah perjalanan Nabinya?<\/span><\/p>\n<p><span>Sesungguhnya\nbuku-buku sirah sejak abad 15 abad lalu , dan sampai pada hari ini telah\nmenjadi ketetapan alahh swt, bahwa ia selalu berulang secara teus menerus\nkejadian-kejadiannya. Dan dalam rangka memahami kejadian yang berulang itu,\nseiring perkembangan kebutuhan manusia dala kehidupan ini pada setiap zaman dan\ntempat, lalu muncullah pertanyaan;\u2019\u2019 apakah yang mampu dilakukan oleh muslim\nawam dalam berbekal dengan sirah nabi dan mengambil pelajaran dari telah sirah\ntersebut?\u2019\u2019<\/span><\/p>\n<p><span>Ini\nadalah pertanyaan penting yang belum terjawab masih sebatas garis besar yang\nmenggambarkan tentang pentingnya mempelajari sirah nabi, karena sirah nabi\nadalah aplikasi langsung dari al-quran dan hadits. <\/span><\/p>\n<p><span>Kami\nyakin bahwa buku sirah yang paling populer dalam kehidupan umat islam dan\ndijadikan sebagai rujukan selama berabad-abad lamanya adalah sirah ibnu ishak.\nKemudian ia di ringkas oleh al-allamah ibnu hisyam, dan akhirnya nama yang\nlebih populer setelah itu adalah sirah ibnu hisyam<\/span><\/p>\n<p><span>Buku\nitulah yang menjadi pegangan dan rujukan dasar tentang sirah. Al-khatib dengan\nsanadnya dari harmalah bin yahya at- tuajibi berkat;\u2019\u2019 aku telah mendengar\nmuhammad bin idris asy-syafi\u2019i berkata;\u2019\u2019 siapa yang mau pemperdalam\npengetahuannya tentang peperangan rasulullah maka hendaknya dia merujuk kepada\nkitab sirah muhammad bin ishak , dan sebenarnya dia juga punya kitab tentang\nal-magazi [peperangan nabi],. Tetapi buku tersebut belum sampai kepada kita\nsecara utuh. Yang ada hanyalah sebagian isi dan kandungannya yang tersebar\ndalam kitab-kitab lainnya sebagai bahan rujukan.<\/span><\/p>\n<p><span>Setelah\nitu, barulah bermunculan kitab-kitab sirah yang ditulis dari yang tebalnya\nbeberapa lembar kertas sampai yang berjilid-jilid, hinggaada yang sampai\nmelebihi 13 jilid. Umpanya kitab sirah terpanjang, adalah subulul huda wa ar-\nrasyad fi kairil ibad [ jalan hidayah dan petunjuk dalam sejarah manusian terbaik]\ntulisan nabi Muhammad bin Yusuf ash-shalihi asy-syaami, wafat tahun 942 H. Dia\nmerujuk kepada 300 referensi kitab sirah yang telah ditulis sebelumnya. Dan\npatut diketahui bahwa ulama yang semasa dengan ibnu ishak, banyak yang telah\nmeriwayatkan beberapa riwayat yang tidak disebutkan oleh ibnu ishak dan\nmemberikan tambahan dari apa yang tidak ditulis oleh ibnu ishak, seperti; al\nwaqidy dan musa bin uqbah , dan setelah keduanya datang al- thabari , maka dari\nitu , harus ada kitab sirah yang ringkas namun mencakup intisari dari pa yang\ntelah ditulis oleh para ulama. Kitab itu harus memuat beberap kunci memahami\nsirah nabi sebagai batasan minimal yang harus diketahui oleh seorang muslim .\nkemudian buku catatan itu menjadi pegangan wajib pada setiap rumah tangga\nmuslim, dan kami sangat berharap bahwa buku kecil inilah yang merealisasikan\nharapan itu. Kami telah hidup bersama sirah nabi sejak kecil , dan sekarang\nkami telah melewati usia 60 tahun dari kehidupan kami . dan semoga kami tidak\nslah kalau menganggap diri kami telah membaca mayoritas yang menjadi rujukan\ndalam masalah sirah nabiwiyah. Kami mendapat kemudian dengan berkesempatan\nmenulis buku-buku sirah; ada yang panjang , ada yang ringkas , dan ada juga\nyang sistematis. Jumlahnya telah mencapai 15 buku, dari buku kecil hingga buku\nbesar, ada yang telah di terbitkan dan ada yang dalam upaya penerbitan<\/span><\/p>\n<p><span>Kami\nberharap semua itu menjadi bekal bagi kami dalam menemui Allah setelah bekal\nakidah bahwa tidak ada Allah selain Allah , pada hari tidak ada lagi manfaatnya\nharta benda dan anak-anak, kecuali orsang yang datang menghadap Allah dengan\nhati yang bersih<\/span><\/p>\n<p><span>Kami\nmerasa bahwa diakhir-akhir hayat kami ini, kami hidup bersama rasullulah, dani tulah\nsurga kami di dunia ini, kami melakukan itu disebabkan panggilan cinta kami\nkepada rasullullah. Kami berdoa mudah-mudahan <span>&nbsp;<\/span>Allah menjadikan kami, sebagai kekasih orang\nyang kami cintai ( Muhammad SAW) kelak dihari akhirat, dan kami akan komitmen\nmemanjatkan doa kami itu setiap hari.<\/span><\/p>\n<p><span><span>&nbsp;<\/span>Tatkalah apa yang telah kami tulis dan apa\nyang akan kami tulis tentang sejarah perjalanan nabi-mu, ya Allah jadikanlah\nkami orang yang ikhlas karena mengharap ridha-mu semata, menjadi amalan yang\nsesuai dengan ajaran-mu dan ajaran rasul-mu. Ya allah terimalah di sisimu dan\nsebarkanlah buku ini di muka bumi mu, dan dengan tulisan ini tambahlah\nkecintaanku kepada- mu dan kepada nabi-mu. Anugrahilah kepadaku kemampuan untuk\nmeneledani nabi \u2013mu wahai Alllah pemilik alam semesta. Ya Allah dengan kcintaan\nyang demikian itu, maka berikanlah kepadaku syafa\u2019at nabi mu, dan kesempatan\nmenemaninya di surga-mu<\/span><\/p>\n<p><span>Setelah\nmemlaui masa yang cukup lama dalam perkenalan kami denga sirah nabi Muhammad,\nlahirlah buku kecil ini. Kami sengaja menjadikan empat puluh judul sebagai\nkajian inti dalam sirah nabi secara umum. Setiap judul kami jelaskan intisari\ndari apa yang mesti diketahui oleh setiap muslim, agar buku kecil ini menjadi\nteman setia setiap rumah, mudah dicerna,<span>&nbsp;\n<\/span>dan jauh dari pengulangan . Kami mencontoh imam nawawy yang telah\nmemberikan suri tauladan dalam penulisan buku haditsnya [al-arba\u2019in\nan-nawawiyyah]. Kami memandangnya sebagai pijakan dalam beragama melalui\nperkenalan dengan sirah. Menurut hemat kami sesungguhnya empat puluh satu\nmasalah mengenai sirha ini, adalah ukuran minimal pemahaman seorang muslim\ntentang sirah. Kajian ini juga termasuk mengambil contoh kajian empat puluh\nsatu naslah dalam aqidah dan ushuluddin, dan lain-lainnya, yang ditulis\nsepanjang sejarah islam. Kami memeberi judul ;\u2019\u2019al-arba\u2019in fi sirah sayyidil\nmursalin . (empat puluh kunci memahami sirah nabi terbaik )\u2019\u2019 landasan utama\ndalam penulisan buku ini<span>&nbsp; <\/span>adalah\nberdasarkan riwayat ibnu ishak , tetapi tidak berpegang secara mutlak. Kami\nberharap bahwa kami telah menempuh jalan ulama salaf dan ulama hadits dalam\ncara penulisan sirah, seperti yang telah dilakukan oleh antara lain;\nadz-dzahaby,al-baihaqi, ibnu katsir, ath-thabary, as-suyuthy , al-hafizh,ibnu\nhajr al-\u2018asqalany, dan ulama yang menjadi pikjakan ilmu hadits dan ilmu jarah\ndan ta\u2019dil [ metode krtik atas perawi hadits]. Semogakajian ini jauh dari\npenerapan yang tidak semestinya dan sewajarnya dalam menerapkan metode yang\ndirepakan oleh ahlul hadits terhadap metode penulisan sirah dan sejarah islam.\nSesungguhnya ulama hadits telah memperkenalkan metode tersebut selama beberapa\nabad, namun mereka belum pernah bisa mempraktikannya dan menrepkannya.<\/span><\/p>\n<p><span>Tentunya\nkeutamaan penulisan buku ini trmasuk kembali saudara DR. Raakan Abdul Karim\nHabib, guru sebesar pada jurusan komunikasi pada Universitas al- Malik Abdul\nAziz. Dialah yang punya ide dan selalu mengingatkan dan mendorong kami untuk\nmenulis buku sirah dengan cara seperti ini, tanpa menganulir keutamaan buku\nmanapun yang telah ditulis dalam masalah ini.<\/span><\/p>\n<p><span>Kami\nberharap buku ini bermanfaat bagi siapapun dan berada dimanapun di muka bumi\nkarena kemudahan mempelajarinya dan mencernanya; baik dari sisi bentuknya yang\nkecil, mudah dibawa, dan isi kandungannya yang sederhana dan merupakan\nkebutuhan mutlak bagi setaip muslim. Kami konsisten dengan batasan kriteria-\nkriteria agar bukuini memenuhi kebutuhan umat islam tanpa batas usia tingkal\nintelektual. Terkadang kami mengangkat kisah dengan alur cerita yang tidak\nterlalu penting.<\/span><\/p>\n<p><span>Namun\nsemua itu lakukan untuk senantiasa menjaga daya tarik dan keindahan penulisan,\nagar kemasan ceritanya selalu tampil menarik. Dan terkadang kami memasukkan\ndalil tanpa komentar dari kami, kecuali dalam kondisi terpaksa ketika kami\nmemadukan atau meringkas atau membuang. Dan apabila ada kata-kata yang kurang\njelas, maka kami jelaskan untuk mencapai sasaran yang dimaksud.<\/span><\/p>\n<p><span>Akhirnya\nkami berharap kepada Allah, semoga dapat menerima amal baik ini,memberikan\nbalasan yang terbaik, dan menyampaikannya kepada maksud dan tujuan dari\ntulisnya buku ini. Dan kami sel;alu berterima kasih kepada saudara DR. Raakan\nyang memiliki ide awal dari penulissan buku ini, membantu kami secara\npemikiran, penerbitannya, dan distribusinya. Kami berharap Allah membangkitkan\nkita di bawah bendera penghulunya para nabi menjadi keksaih yang menemaninya\ndalam surga an-na\u2019im dan akhir dari harapan dan doa kita adalah segala puji\nbagi allah penguasa dari harapan dan doa kita adalah segala puji bagi allah\npenguasa semesta alam. Selesaiditulis pada Rabiul Awal 1420 H,bertepatan dengan\n15 juni 1999 M.<\/span><\/p>\n<p><span>Penulis\n: DR Munir Muhammad al-ghadhban.<\/span><\/p>\n\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sirah perjalanan Rasulullah yang menjadi pilihan Allah, dan sejarah perjalanan para sahabatnya yang telah dibina dan ditarbiah secara langsung oleh rasullulah, yang kemudian lewat tangan-tangan mereka terjadilah perubahan besar dalam sejarah kehidupan umat manusia, adalah sejarah yang sangat agung. <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1436,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[35,36,38,32,33,37,39,40,31,34],"class_list":["post-375","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","tag-arab","tag-cerita","tag-muhammad","tag-munir","tag-nabawiyah","tag-nabi","tag-padang","tag-pasir","tag-sirah","tag-syaikh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stonebont.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/375","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stonebont.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stonebont.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stonebont.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stonebont.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=375"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/stonebont.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/375\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1054,"href":"https:\/\/stonebont.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/375\/revisions\/1054"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stonebont.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1436"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stonebont.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stonebont.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stonebont.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}